Pages

Sabtu, 09 Februari 2019

Jurnal Statistik "Analisa Mengenai Pengaruh Shopping Online Terhadap Prilaku Konsumtif Mahasiswa"


ANALISA MENGENAI  PENGARUH SHOPPING ONLINE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA

AI NIDA HERNIDA/16.110.0010
STIE Yasa Anggana Garut
Nidahernidamm1.14@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumtif shopping online pada mahasiswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong perilaku konsumtif belanja online pada mahasiswa. Informan penelitian berjumlah 20 orang mahasiswa yang terdiri dari beberapa mahasiswa STIE Yasa Anggana maupun mahasiswa perguruan tinggi yang lainnya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha meggambarkan objek yang diteliti berdasarkan fakta yang ada di lapangan, dengan menggunakan keyinforman dan informan sebagai sumber data. Mahasiswa sekarang ini memiliki ketertarikan yang cukup besar untuk mengikuti ‘mode’ yang beredar di pasaran yang menyebabkan mahasiswa membeli tanpa memperhatikan kegunaan barang tersebut, atau dengan kata lain adanya kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah Motivasi Belanja yaitu adanya dorongan keinginan serta kepuasan yang dimiliki mahasiswa ketika belanja produk-produk online yang disukainya.

Kata Kunci : Perilaku konsumtif, mahasiswi, online shopping.

1.       1. Pendahuluan

Masa remaja yang merupakan masa peralihan dan pencarian jati diri, remaja mengalami proses pembentukan dalam perilakunya, dimana para remaja mencari dan berusaha untuk mencapai pola diri yang ideal, hal tersebut menyebabkan para remaja mudah untuk terpengaruh oleh promosipromosi produk dan jasa yang dipaparkan di sejumlah media masa ataupun yang secara langsung dipromosikan di pasaran. Seperti yang kita lihat pada kenyataannya pasar semakin banyak mengeluarkan produk-produk yang ditergetkan untuk para remaja, hal itu juga membuktikan bahwa semakin banyaknya para remaja yang memiliki perilaku konsumtif yang dikhawatirkan jika terus berlangsung akan menjadi pola atau gaya hidup konsumtif.

Mahasiswa merupakan sekelompok pemuda remaja yang mulai memasuki tahap dewasa awalnya, mahasiswa seharusnya mengisi waktunya dengan menambah pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian, serta mengisi kegiatan mereka dengan berbagai macam kegiatan positif sehingga akan memiliki orientasi ke masa depan sebagai manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, tetapi kehidupan kampus telah membentuk gaya hidup khas di kalangan mahasiswa dan terjadi perubahan budaya sosial yang tinggi yang membuat setiap individu mempertahankan polanya dalam berkonsumtif. Kampus yang seharusnya menjadi tempat dimana para mahasiswa mencari ilmu dan pengetahuan terkadang dijadikan tempat untuk berlombalomba memamerkan apa yang mereka miliki.

Berkembangnya perilaku konsumtif tidak didasarkan perbedaan gender, keduanya memiliki pola yang sama dalam berperilaku konsumtif. Para mahasiswa lebih mementingkan uang sakunya untuk membeli berbagai macam barang bermerk untuk mengikuti trend terkini dan diakui oleh teman-temannya dibanding untuk membeli perlengkapan kampus yang lebih penting seperti buku-buku pendukung perkuliahan.

Maraknya konsumsi melalui online shop oleh mahasiswa menjadi salah satu latar belakang masalah dalam penelitian ini. Umumnya mahasiswa melakukan belanja online bukan didasarkan pada kebutuhan semata, melainkan demi kesenangan dan gaya hidup sehingga menyebabkan seseorang menjadi boros atau yang yang lebih dikenal dengan istilah perilaku konsumtif atau perilaku konsumerisme. Penelitian ini difokuskan ke dalam dua fokus, yaitu mengenai pola perilaku konsumtif berbelanja online shop di kalangan mahasiswi, dan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswi dalam berbelanja online shop.

Dalam penelitian ini saya mengkaji tema tentang “Pengaruh Shopping Online terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Perilaku Konsumtif belanja online mahasiswa, a. Belanja untuk menjaga penampilan diri yaitu perilaku mahasiswa yang belanja online untuk menjaga penampilan diri agar terlihat menarik dan modis sehingga mahasiswa merasa percaya diri dengan apapun yang mereka pakai. b. Belanja karena adanya diskon yaitu perilaku belanja online mahasiswa karena adanya sistem pemotongan beberapa persen dari harga asli produk sehingga harga yang ditawarkan berkurang. c. Belanja untuk mengikuti trend fashion yaitu perilaku mahasiswa dalam mengikuti gaya yang populer selama kurun waktu tertentu. d. Belanja karena terpengaruh Iklan dimana iklan menjadi salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh produsen untuk dapat mempengaruhi perilaku serta pikiran seseorang sehingga orang tersebut terbujuk untuk membeli produk-produk online. 2. Faktor-faktor yang mendorong perilaku konsumtif mahasiswa Fisip dalam belanjaonline yaitu terdiri atas dua faktor, 1). Faktor internal yaitu, a. Motivasi Belanja yaitu adanya dorongan keinginan serta kepuasan yang dimiliki mahasiswa ketika belanja produk-produk online yang disukainya. b. Persepsi mengenai belanja online yaitu anggapan mahasiswa bahwa belanja online merupakan salah satu media yang memudahkan dalam aktivitas belanja. 2). Faktor Eksternal yaitu, a. Kebiasaan masyarakat yaitu belanja online yang sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat sehingga kebiasaan ini dapat mempengaruhi orang lain khususnya mahasiswa untuk ikut dalam aktivitas belanja online. b. Kelompok pertemanan merupakan faktor yang mendorong mahasiswa untuk terus ikut serta dalam aktivitas belanja online.

2.       2. Tinjauan Pustaka
             Berdasarkan buku karya Haubl dan Trifts berjudul Customer Decision Making in Online Shopping Environments: The Effects of Interactive Decision Aids, disitu dijelaskan bahwa pengertian online shop atau belanja Online adalah aktivitas jual beli yang dilakukan oleh konsumen melalui alat penghubung komputer sebagai dasarnya, melalui komputer tersebut konsumen terhubung ke internet dan berinteraksi dengan retailler toko online yang menjual belikan produk dan jasa.

2)      Perilaku Konsumtif
Konsumsi menurut Don Slater, 1997 (dalam Damsar, 2011:113) adalah bagaimana manusia dan aktor sosial dengan kebutuhan yang dimilikinya berhubungan dengan sesuatu (dalam hal ini material, barang simbolik, jasa atau pengalaman) yang dapat memuaskan mereka. Berhubungan dengan sesuatu yang dapat memuaskan mereka dapat dilakukan dengan berbagai caraseperti, menikmati, menonton, melihat, menghabiskan, mendengar, memperhatikan, dan lainnya. Raymond Williams, 1976 (dalam Featherstone, 2005;48),  menyatakan bahwa salah satu pemakaian terbaru dari istilah mengonsumsi adalah merusak (to destroy), memakai (to up use), membuang-buang (to waste), dan menghabiskan (to exhaust). Dalam pengertian ini, konsumsi sebagai pembuang-buangan, perbuatan yang berlebih-lebihan dan pengeluaran menunjukkan suatu kondisi paradoksional dalam penekanan produksionis dari masyarakat kapitalis dan sosialis negara yang harus dikontrol dan disalurkan.  Menurut Widiastuti (2013), Perilaku konsumtif melalui online shopping pada Mahasiswi merupakan perilaku yang didorong oleh hasrat berbelanja berbagai macam produk fashion yang dilakukan secara berlebihan.
3.     3.  Landasan Teori 
A.    Pengertian Statistika
Dalam arti sempit, Dalam arti sempit, statistik berarti data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif). Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan/pengelompokkan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan dengan mempertimbangkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.  Menurut Sudjana (1991 : 3), statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan bahan-bahan atau keterangan, pengolahan serta penganalisisannya, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang beralasan berdasarkan penganalisisan yang dilakukan.                                                                                                                            
B.     Manfaat dan Kegunaan Statistika
Statistik dapat digunakan sebagai alat (Riduwan dan Sunarto, 2007) : Komunikasi. Adalah sebagai penghubungan beberapa pihak yang menghasilkan data statistic atau berupa analisis statistik sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasi tersebut.
1)      Deskripsi. Merupakan penyajian data dan mengilustrasikan data, misalnya mengukur tingkat kelulusan siswa laporan lkeuangan, tingkat inflasi, jumlah penduduk dan seterusnya.
2)      Regresi. Adalah meramalkan pengaruh data yang satu dengan data yang lainnya dan   untuk menghadapi gejala-gejala yang akan datang.
3)      Korelasi. Untuk mencari kuatnya atau besarnya hubungan data dalam suatu peneltian
4)      Komparasi yaitu membandingkan data dua kelompok atau lebih.

C.    Jenis Sempel , Grafik dan Tabel Statistika
      Jenis Sempel

a)   Acak (random sampling)                                                                                                       

Sampel random  adalah suatu tipe sampling probabilitas, di mana peneliti dalam memilih  sampel dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagai anggota sampel.

b)  Sampel Sistematis

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

c)      Sampel Kuota

Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

d)     Sampel Bertingkat.

Sampel Bertingkat adalah  teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar.

e)     Sampel Luas                                                                                                                               

Sampel luas atau berkelompok adalah proses pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster).

D.    Jenis Grafik       
1)      Grafik Garis (line chart)
Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis.
2)      Grafik Lingkaran (pie chart)
Grafik lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran.
3)       Grafik Batang (bar chart)
Grafik batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah..
4)      Histogram
Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit
E.      Jenis Tabel
1)      Tabel Referensi (Referensi Table)
Tabel referensi berfungsi sebagai gudang keterangan karena memberikan keterangan-keterangan yang terperinci (umum) dan disusun khusus untuk kepentingan referensi sehingga disebut juga tabel umum(general table).
2) Tabel Ikhtisar (Summary Table)                                                                                                   
Tabel ikhtisar disebut juga tabel naskah (text table), umumnya berbentuk singkat, sederhana dan mudah dimengerti.
3)      Tabel Menurut Karakteristik Data
Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data.        
4)    Tabel Distributif         
Tabel distribusi  adalah daftar nilai data (bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai denganfrekuensi yang sesuai.

4.      Hasil dan Pembahasan
Berikut ini merupakan data Jumlah  mahasiswa yang mengkonsumsi produk dan dana yang dikeluarkan untuk shopping online, sebagai berukut :
Nama
Jender
Jumlah Konsumsi Produk (Per Bulan)
Dana yang dikeluarkan (Per Bulan)
Yusi
p
5
                     500.000
Tari
p
4
                     400.000
Raha
l
1
                     100.000
Rosalin Q
p
5
                     500.000
Aflaha
p
2
                     200.000
Diki R
l
2
                     200.000
Asbar N
l
1
                     100.000
Hakim
l
4
                     400.000
Nizar
p
2
                     200.000
Ulfah
p
3
                     300.000
Aneu
p
5
                     500.000
Alwah
p
3
                     300.000
Adila
p
4
                     400.000
Rini
p
4
                     400.000
Mesi
p
3
                     300.000
Arti L
p
2
                     200.000
Zahra
p
3
                     300.000
Hilman
l
1
                  100.000
Anggia
p
3
                     300.000
Siti R
p
4
                     400.000
Jumlah
61
                  6.100.000

Keterangan :
A. Data Kualitatif
Tabel 1.
Tabel Kontingensi Satu Arah
No
Jender
Jumlah
Relatif
1
Laki-laki
5
25%
2
Perempuan
15
75%
Total
20
100%
Grafik 1.(tabel 1)
 
Tabel 2.
Proses Kontingensi Dua Arah
No
Jender
Konsumtif
Non Konsumtif
Jumlah
Persentase
1
Laki-laki
1
4
5
25%
2
Perempuan
12
3
15
75%
3
Total
13
7
20
100%

Grafik 2.(tabel 2)





Proses Kontingensi Tiga Arah
No
Keterangan
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Konsumtif
Non Konsumtif
Konsumtif
Non Konsumtif
1
Jumlah Konsumsi
(perbulan)
4
7
46
4
61
2
Pengeluaran
(Perbulan)
400.000
700.000
4.600.000
400.000
6.100.000
Tabel 3

B.Data Kuantitatif
Min
1
Max
5
Range
4
Mean
3,05
Mode
4
Sum
61
Count
20
Tepi Atas
Tepi Bawah
Frekuensi
1
4
3
5
8
17
9
12
0
13
16
0
More
0











Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa Jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki. perbedaannya yaitu 15 orang (P) dan 5orang (L). Serta mahasiswa yang prilaku konsumtif  terdapat 1 orang (L) dengan 4 kali transaksi yaitu sebesar Rp. 400.000,- dan 12 orang (P)  dengan 46 kali transaksi sebesar Rp. 4.600.000,-sedangkan yang non konsumtif terdapat 4 orang (L) dengan 7 kali transaksi sebesar Rp. 700.000,- dan 4 orang (P) dengan transaksi Rp. 400.000,- . Dengan demikian jumlah keseluruhan mahasiswa yang konsumtif lebih banyak dibandingkan dengan yang non konsumtif. Dari data diatas terbukti  bahwa perempuan gaya hidupnya lebih konsumtif dibadingkan dengan laki-laki. Dapat dilihat dari data diatas bahwa mahasiswa yang konsumtif biasanya melakukan shopping online sebanyak 3 s/d 5 kali dalam satu bulan dengan transaksi 1 kali Rp.100.000. Sedangkan mahasiswa yang tidak konsumtif biasanya melakukan transaksi hanya 1 s/d 2 kali saja dalam satu bulan.
Sehingga dari keseluruhan  data diatas yang dianalisis melalui 20 responden (mahasiswa) yang melakukan shopping online. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengeluaran/transaksi yang dilakukan mahasiswa yang cenderung hidup konsumtif sebesar Rp.5.400.000,- dan yang non konsumtif sebesar Rp.7.00.000,- dalam satu bulan sehingga jumlah keseluruhan mahasiswa yang melakukan transaksi shopping online yaitu  Rp.6.100.000 dalam satu bulan. .
5.      Kesimpulan
Dengan jumlah mahasiswa 20 orang lalu pengeluaran transaksi shopping online sebesar Rp.6.100.000,- dalam satu bulan dapatlah dikatakan mahasiswa jaman sekarang cenderung bergaya hidup konsumtif. Mahasiswa banyak mengeluaran uangnya untuk shopping online yang tentunya hanya membeli barang-barang yang diinginkannya saja dan bukan barang kebutuhannya tanpa memikirkan pendapatan mereka yang malahan kebanyakan dari mereka belum berpenghasilan dan masih minta uang kepada kedua orang tuanya
Jadi dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kebanyakan mahasiswa sekarang itu konsumtif demi memetingkan gaya hidupnya atau fashion nya. Karena kebanyakan dari mahasiswa sekarang lebih mementingkan membeli barang keinginannya atau barang-barang yang menunjang hanya sekedar pelengkap gaya saja dibandingkan dengan barang kebutuhannya yang lain.


DAFTAR PUSTAKA

PERILAKU KONSUMTIF BELANJA ONLINE PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HALU OLEOH KENDARI." Jurnal Neo Societal 3.2 (2018).
Pengaruh konsep diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Universitas Esa Unggul." Jurnal Psikologi Esa Unggul 11.01 (2013).
Eprints.stainkudus.ac.id 19.45 (6/10/2018)
Statprob8.blogspot.com

Read more...

Laporan Observasi Menggunakan Kuisioner di Google Form “PENGARUH PENDAPATAN, GAYA HIDUP, DAN JENIS KELAMIN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MAHASISWA”


MAKALAH/LAPORAN
 “PENGARUH PENDAPATAN,GAYA HIDUP,DAN JENIS KELAMIN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MAHASISWA”
MENGGUNAKAN KUISIONER DI GOOGLE FORM

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Statistik Ekonomi
Dosen : Eri Satria, ST., M.Si

  

                 Di Susun Oleh:
          Ai Nida Hernida
               16.110.0010
  
         MANAJEMEN S1
STIE "YASA  ANGGANA" GARUT
                2018


BAB 1
PENDAHULUAN

Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) perilaku konsumtif adalah kecenderungan manusia untuk mengkonsumsi tanpa batas, dan lebih mementingkan faktor keinginan daripada faktor kebutuhan (Hotpascaman, 2009: 12).
Gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uang (James F. Engel, dkk, 1994: 383). “Dari hasil survey ditemukan bahwa remaja Indonesia kini makin konsumtif, suka ganti-ganti merk, mudah termakan trend, dan gemar tampil keren” (Swa dalam Sonia, 2008: 10). Sebagian dari mahasiswa mengikuti perkembangan mode yang sedang banyak diminati, seperti pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris.
Gaya hidup mahasiswa cenderung konsumtif. Misalnya dalam hal pembelian suatu barang, sebagian dari mahasiswa seringkali membeli barang-barang yang disukai walaupun sebenarnya kurang berguna. Mereka membeli barang yang sebenarnya kurang diperlukan untuk mencapai kepuasan maksimal. Hal itu terjadi karena adanya hasrat yang besar untuk memiliki benda-benda tanpa memperhatikan kebutuhannya. Sebagian dari mahasiswa juga seringkali terlihat seperti sedang bersaing dalam hal penampilan diri. Menurut Sujanto dalam Andi dan Mira (2007: 14-15), gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan tidak terlepas pada pola perilaku konsumtif.
Konsumsi merupakan pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga (N. Gregory Mankiw, 2012: 11). Pengeluaran konsumsi seseorang merupakan bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang, dalam hal ini tingkat konsumsi mahasiswa. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi mahasiswa diantaranya faktor pendapatan, gaya hidup, dan juga jenis kelamin.
Pendapatan atau uang saku yang dimiliki mahasiswa bisa berasal dari orang tua/saudara, dari beasiswa, ataupun dari bekerja. Sebagian dari mahasiswa seringkali menghabiskan pendapatan atau uang saku yang dimiliki untuk konsumsi sementara tidak ada bagian pendapatan yang ditabung. Konsumsi merupakan pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga (N. Gregory Mankiw, 2012: 11). Setiap individu melakukan pengeluaran konsumsi yang berbeda-beda. Besarnya pengeluaran konsumsi tersebut bervariasi, sehingga terdapat perbedaan tingkat konsumsi antara individu satu dengan yang lain. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang, dalam hal ini tingkat konsumsi mahasiswa. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi mahasiswa diantaranya faktor pendapatan, gaya hidup, dan juga jenis kelamin.
Pendapatan atau uang saku yang dimiliki mahasiswa bisa berasal dari orang tua/saudara, dari beasiswa, ataupun dari bekerja. Sebagian dari mahasiswa seringkali menghabiskan pendapatan atau uang saku yang dimiliki untuk konsumsi sementara tidak ada bagian pendapatan yang ditabung.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Secara umum istilah konsumsi diartikan sebagai penggunaan barang-barang dan jasa-jasa yang secara langsung akan memenuhi kebutuhan manusia (Suherman Rosyidi, 2011: 163). Konsumsi atau lebih tepatnya pengeluaran konsumsi pribadi adalah pengeluaran oleh rumah tangga atas barang-barang akhir dan jasa. Sedangkan tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi (Samuelson dan Nordhaus, 2004: 124).
Reksoprayitno mendefinisikan pendapatan sebagai total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu (Mahyu Danil, 2013:37). Pendapatan pribadi dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun. (Sadono Sukirno, 1999: 49-51).
Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat)”. Gaya hidup suatu masyarakat akan berbeda dengan masyarakat yang lainnya. Bahkan dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Namun demikian, gaya hidup tidak cepat berubah, sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen (Sutisna, 2002: 145).
Istilah jenis kelamin menunjuk pada perbedaan biologis dari lakilaki dan perempuan. Sementara gender merupakan aspek psikososial dari laki-laki dan perempuan. Berupa perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dibangun secara sosial budaya. Perbedaan gender termasuk dalam hal peran, tingkah laku, kecenderungan, sifat, dan atribut lain yang menjelaskan arti menjadi seorang laki-laki atau perempuan dalam kebudayaan yang ada (Sugihartono, dkk, 2007: 35).


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada hakikatnya penelitian ini dilakukan untuk menemukan damn mencari tahu bagaimana pengaruh “Pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin terhadap konsumsi Mahasiswa. Hasil kuisioner dari google Formulir ini lalu disebarkan melalui Whatsapp kepada  Mahasiswa. Serta digunakan sampel sebanyak 61 respoden yang terdiri dari Mahasiswa Universitas di Garut maupun luar Garut. Berikut ini hasil kuisioner dibagikan melalui google formulir , setelah kuisioner ini di sebar selama kurang lebuh satu minggu terdapat 61 mahasiswa yang berkenaan mengisikuisioner tersebut.
a.    Identitas Responden
      
Dari data jenis kelamin di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 61 responden ternyata lebih banyak mahasiswa perempuan . Terdapat 60% responden berjenis kelamin perempuan  dan 39,3% responden berjenis kelamin laki-laki

Dari segi usia kebanyakan bahwa responden/mahasiswa usianya itu lebih banyak di atas 20 tahun dengan presentase 54,1% sedangkan usianya yang di bawah 20 tahun lebih sedikit yaitu 45,9%

Dari status perkawinannyapun dikalangan mahasiswa lebih banyak yang belum kawin yaitu 95,1% di bandingkan dengan mahasiswa yang sudah kawin .

Dari segi tempat tinggal tinggal ternyata kebanyakan responden bertempat tinggal tidak kost dengan jumlah presentase 77% dibandingkan dengan yang ngekost lebih sedikit yaitu hanya 23%. Mungkin karena kebanyakan jarak rumahnya ke kampus itu lebih dekat.

Dari data di atas terbukti bawa responden yang bertempat tinggal di Garut itu memang lebih banyak dengan presentase 65% di bandingkan dengan yang di luar Garut 34,4%.
Dari hasil kuisioner tersebut ternyata kebanyakan itu dari mahasiswa semester 44 dengan jumlah 42,6% , lalu mahasiswa semester 6 sebanyak 31,1%, mahasiswa semester 2 sebanayk 24,6% dan yang paling sedikit mahasiswa tsemester 8 dengan jumlah 1.7%.

b. Pertanyaan
Dari hasil kuisioner tersebut ternyata ada Mahasisa  yang sambil bekerja dan ataupun bisnis tidak hanya berkuliah saja, dengan presentase 36.1%. Meskipun presentasenya masih sedikit dibandingkan dengan yang tidak sambil bekerja/bisnis sebanyak 63.9%.


Dari data di atas terlihat bahwa responden yang bekerja/bisnis rata-rata pendapatannya itu sebanyak banyak 500.000 lebih banyak dengan presentase 58,1% . sedangkan yang pwndapatannya lebih dari 1.000.000 itu 29% dan yang penghasilannya pas 1.000.000 hanya 12,9%.

Sedangkan dari segi pendapatan beasiswa ternyata dari 61 responden yang mendapatkan beasiswa itu hanya 6.8% sedangkan yang tidak menerima beasiswa sebanyak 93,2%.
Kebanyakan responden mendapatkan uang sakunya itu berasal dari orang tua dengan jumlah 80,3% di bandingkan dengan hasil sendiri yang lebih sedikit dengan presentase 19,7%.
 
Sedangan rata-rata uang saku responden perbulan yang < 1.000.000 itu sebanyak 55% lebih banyak dari uang sakunya yang >1.000.000  .

Dari uang saku yang dimiliki responden ternyata paengeluaran yang paling banyak perbulan itu senilai 500.000 yang di gunakan untuk konsumsi oleh kebanyakan mahasiswa.

Dari pendapatan yang di gunakan responden ternyata lebih ke konsumsi dengan jumlah presentase sebanyak 88,3%.
Dari pendapatan dan uang saku yang dimiliki, ternyata responden lebih banyak menkonsumsi Makanan sebanyak 92% dan kuota sebanyak 80,3% . sedangkan Minuman sama transportasi jumlah presentasenya sama yaitu 78,7%. Selanjutnya busana 49,2% dan yang paling sedikit di konsumsi yaitu rokok hanya 9,8% karena kebanyakan dari respondennya itu lebih banyak perempuan .
Dari data tersebut banyak kemungkinan responden yang akan membeli pakaian yang sedang trend dengan presentase 42.6% dan sama dengan responden yang lebih memlilih tidak . sedangkan yang yakin akan membeli sebanyak 14.8%. dan jelas bahwa kebanyakan mahasiswa itu ingin terlihat keren sehingga dengan barang-barang yang sedang trend sekarang akan memaksakan untuk dibelinya.
Dari kuisioner diatas ternyata untuk membeli barang-barang yang disukai tapi kurang berguna responden lebih banyak memilih tidak membelinya dengan presentase sebanyak 90,2% dibandingkan dengan yang sering membelinya ternyata jauh lebih sedikit.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
       Dari uraian hasil dan pembahasan dapat di simpilkan bahwa pengaruh pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin terhadap tingkat konsumsi mahasiswa itu sangat berpengaruh. Karena kebanyakan pendapatan yang di dapatkan mahasiswa itu masih dari orangtua , sedangkan gaya hidup yang konsumtif sangat mempengaruhi terhadap konsumsi juga. Dari kuisioner tersebut dapat terlihat bahwa kebanyakan pendapatan yang digunakan mahasiswa itu untuk konsumsi dan hanya sedikit untuk menabungnya. Kebanyakan responden pun banyak memilih barang yang sedang trend, itu karena gaya hidupntya yang sangat mempengaruhi dan sangat konsumtif juga.
       Dengan begitu, gaya hidup mahasiswa cenderung konsumtif. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung konsumtif dapat menimbulkan masalah.  Serta ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi mahasiswa. Sedangkan Pendapatan atau uang saku mahasiswa dihabiskan untuk konsumsi sementara sedikit  bagian pendapatan yang ditabung.
4.2 Saran
            Bagi mahasiswa hendaklah mengurangi gaya hidup yang konsumtif.
Bagi mahasiswa hendaknya menyadari bahwa menabung itu sangat penting baik untuk jangka pendek maupun untuk kehidupan jangka panjang.
            Penulis menyadari banyak kekurangan dalam laporan ini , saran dari pembaca sangat penulis harapkan. Semoga Laporan/Makaah ini bermanfaat bagi penulis khususnya umumnya bagi pembaca sekalian.


DAFTAR PUSTAKA

Achmad Syaiful Ramadhan. 2012. Hubungan Gaya Hidup Konsumtif dengan Harga Diri Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas “X”. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
adan Pusat Statistik. 2012. Pengeluaran dan Konsumsi Rumah Tangga, http://www.bps.go.id

Read more...

Jumat, 06 Mei 2016

Kelebihan dan kekurangan berbagai moda transportasi


1. Transportasi jalan raya

Keunggulan :

a. Fleksibel dalam hal pelayanan karena sangat mungkin untuk mengubah tujuan/mengubah haluan
b. Pencapaian secara langsung ke tempat tujuan
c. Kecepatan tinggi
d. Rentangannya luas dalam hal pengangkutan barang, dapat menangani ukuran barang yang besar
e. Memungkinkan untuk mengubah tujuan di tengah perjalanan

Kekurangan :
a. Perlu pemeliharaan yang terus menerus
b. Dapat menjadi sangat lambat
c. Sering terjadi penundaan
d. Menyebabkan polusi


2. Transportasi kereta api

Kelebihan :
a. Memberikan pelayanan yang cepat dan dapat dipercaya
b. Barang-barang yang banyak dapat diangkut
c. Cocok untuk pengangkutan penumpang, murah, nyaman, aman, khususnya untuk jarak < 500 km
d. Menawarkan akses yang baik sepanjang jalur itu. Rel KA dapat berfungsi sebagai magnet industri
e. Merupakan tipe transportasi yang bersih.
 
Kekurangan :
a. Biaya operasional dan pemeliharaan tinggi
b. Untuk jarak yang dekat, biayanya tinggi
c. Pelayanan tidak fleksibel karena jalurnya tidak mudah dialihkan. Kalau akan mengubah jalur harus melalui stasiun
d. Rutenya tidakmudah dipindah misal harus memutar
e. Tidak dapat mengakomodasi muatan yang tak pantas.
f. Jalur yang sudah lama memberikan beban keruangan yang sangat besar
g. Mengganggu jenis transportasi yang lain misal jalan raya

Read more...

Rabu, 27 April 2016

Peranan Teknologi Informasi di Bidang Transportasi

          Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Dengan tuntutan yang berkembang ditempatkan pada transportasi infrastruktur’s Oregon dan terbatas sumber daya keuangan, metode baru harus dieksplorasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi negara baik hari ini dan di masa depan. Intelligent Transportation Systems (ITS) teknologi menyediakan alat yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan transportasi di negara bagian.
       Dasar dari aplikasi ITS didasarkan pada dan transportasi sensor lingkungan, efektif komunikasi, perangkat lunak komputer dan pengolahan informasi perangkat keras. ITS menggunakan berbagai teknologi maju dan aplikasi untuk meningkatkan transportasi keselamatan, menyediakan informasi perjalanan ke pengguna sistem dan lebih efektif mengelola sistem transportasi. The Oregon ITS Rencana Strategis: 1997-2017 menyatakan bahwa tujuan ITS menerapkan di Oregon adalah untuk:
-       Meningkatkan produktivitas dari sistem pengguna transportasi,
-       Meningkatkan keselamatan,
-       Meningkatkan efisiensi sistem transportasi,
-       Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas,
-       Meningkatkan antar moda koneksi,
-      Mempromosikan tanggung jawab lingkungan dan mengurangi penggunaan energy
         The Oregon Transportasi Rencana (OTP) update harus mengevaluasi ulang kebijakan yang ada berhubungan dengan teknologi dalam rangka untuk sepenuhnya mengambil keuntungan dari kemungkinan dan manfaat yang ITS dapat menyediakan.
Manfaat ITS :
      Sementara banyak PERUSAHAAN proyek memberikan manfaat ganda untuk sistem transportasi, dalam umum, program ITS dapat digolongkan ke dalam kategori manfaat utama untuk evaluasi lebih dekat. Manfaat kategori didefinisikan dalam diskusi ini adalah wisatawan informasi (pra-perjalanan dan en-rute), keselamatan penumpang, lalu lintas dan manajemen insiden, pemeliharaan (efisiensi), transportasi keamanan, transportasi umum dan operasi kendaraan komersial dan keselamatan. Proyek-proyek khusus dari daerah-daerah manfaat dapat diintegrasikan dalam rangka mencapai efisiensi yang lebih tinggi tujuan sistem manajemen dan mempromosikan kemitraan yurisdiksi yang merupakan kunci keberhasilan pengembangan dan pengoperasian aplikasi ITS .
   S
aat ini manusia menggunakan empat jenis alat transportasi yaitu transportasi darat, laut, udara, dan ruang angkasa. Teknologi informasi sendiri berperan dalam keempat alat-alat transportasi tersebut. Seperti di kota-kota besar teknologi informasi yang digunakan yaitu sistem komputer. Sistem komputer digunakan untuk mengatur lalu lintas di jalan-jalan besar, sistem komputer mengatur kapankah lampu merah harus berganti warna menjadi hijau, kuning, dan kembali lagi menjadi merah. Pada transportasi kereta api sistem komputer digunakan untuk menentukkan jalur agar antara kereta satu dengan yang lain tidak berada pada jalur yang sama sehingga mengurangi resiko kecelakaan.
Read more...

Selasa, 15 Maret 2016

Artikel Basa Sunda



Cara Ngoprasikeun Komputer
 
Dina jaman modern, saperti ayeuna, make komputer ayeuna teu hiji hal rongkah, dina basa sejen, geus jadi ilahar dina peradaban manusa. Pikeun make komputer urang oge teu kudu boga kasang tukang di atikan husus dina widang komputer, jeung ibukota cukup bisa maca jeung nulis, urang bisa dipake, sarta ogé ngarti Paréntah basajan nu aya dina computer jeung beroperas eta. Maké komputer gampang pikeun maranéhanana anu geus mahér dina ngagunakeun eta, tapi naon ngeunaan leuwih masih dina tahap budding atawa diajar? Mimitina urang pasti bakal manggihan kasusah sabab teu dipaké pikeun ngalakonan. Nah, dina kasempetan ieu urang bakal diajar ngeunaan kumaha carana beroperasi komputer anu bakal dibere dina basajan jeung gampang pikeun nerapkeun.

mengoperasikan komputer

Sacara umum, kumaha ngoprasikeun komputer dibagi kana tilu hambalan utama, nyaéta kumaha carana ngahurungkeun komputer, kumaha ngoprasikeun komputer, jeung kumaha mareuman komputer. Didieu bakal digambarkeun kumaha tilu cara nu geus disebutkeun salaku rujukan tambahan pikeun urang.

Read more...

Kamis, 28 Januari 2016

`Catatan Akhir Sekolah



·       Masuk SMK
Sekarang tiba masanya untuk mendaftar ke sekolah menengah kejuruan (SMK). Akupun mendaftar di sekolah ini, yaitu sekolah SMKN 2 Garut .Akupun ikut tes dan pada akhirnya di bagi kelulusan dan Alhamdulillah aku pun lulus dan keterima di bidang keahlian multimedia.

·        MOPD
Awal melangkah kaki ke sekolah inipun terasa asing. Ketika masuk ke gerbang sekolah langsung dimarahi senior pada saat MOPD yang sangat membuat kita kesal. Lalu memasuki kelas X-MM1 pun terasa aneh, dengan melihat suasana baru serta wajah-wajah baru . Ya, kita belum saling mengenal. Tapi dari situlah pertemanan tercipta. Pada saat MOPD inilah kita dibimbing dan di perkenalkan pada sekolah ini oleh kakak kelas kita. Kita juga di ajarkan tentang kedisiplinan.

Read more...

Minggu, 05 Juli 2015

Sinopsis Film Assalamualaikum Beijing (2014), Kisah Cinta yang Penuh Drama

Sutradara:
Guntur Soeharjanto

Produser:
Yoen K, Ody Mulya Hidayat

Penulis Naskah:
Alim Sudio, Asma Nadia

Pemain: Revalina S Temat, Morgan Oey, Laudya Chyntia Bella, Deddy “Desta” Mahendra, Ibnu Jamil, Cynthia Ramlan, Ollyne Apple, Jajang C Noer

Produksi:
Maxima Pictures

Tanggal rilis:
30 Desember 2014

Durasi :
90 menit

Bahasa :
Indonesia

Sinopsis lengkap film Assalamualaikum Beijing (2014):

Untuk kesekian kalinya di tahun 2014 ini, film Indonesia mengangkat ceritanya dari sebuah novel. Di penghujung tahun ini, hadir sebuah film terbaru berjudul “Assalamualaikum Beijing” yang diangkat dari novel karya Asma Nadia dengan judul yang sama. Film ini mengisahkan tentang Dewa dan Ra, yang seperti busur dan anak panah. Meski awalnya memiliki bidikan yang sama, namun arah angin akhirnya mengubah Dewa dan memilih sasarannya sendiri.

Di tempat lain, Zhongwen yang merupakan laki-laki pengagum mitologi, ibarat ksatria tanpa kuda. Meski penampilannya gagah dan sikapnya santun, tapi langkahnya tak tentu arah. Dia pun berburu sampai ke negeri jauh untuk mencari Tuhan sekaligus menemukan Asma, anak panah yang bisa meruntuhkan tembok besar di hatinya. Dua nama satu cinta, itulah ibarat cerita dalam film ini. Asma yang dicari Zhongwen adalah Ra yang dulu dicampakkan Dewa.
Read more...